Phenolic board sering dianggap sebagai solusi bekisting paling aman dan paling “rapi” untuk pekerjaan beton. Material ini dikenal tahan air, kuat, dan mampu menghasilkan permukaan beton yang halus tanpa banyak cacat. Karena reputasinya yang premium, banyak pemilik rumah dan tukang berharap hasil cor otomatis bagus hanya dengan mengganti papan biasa ke phenolic board.
Namun kenyataannya di lapangan, tidak sedikit proyek yang justru kecewa. Phenolic board cepat rusak, permukaan beton tetap bergelombang, atau papan hanya bisa dipakai satu kali padahal seharusnya bisa digunakan berulang. Dalam banyak kasus, masalahnya bukan pada kualitas phenolic board, melainkan pada cara penggunaannya yang keliru.
Artikel ini membahas kesalahan-kesalahan paling umum saat menggunakan phenolic board di proyek rumah maupun proyek kecil-menengah. Dengan memahami kesalahan ini sejak awal, Anda bisa memaksimalkan fungsi phenolic board, menghindari pemborosan, dan mendapatkan hasil struktur beton yang lebih rapi dan konsisten.
Apa Itu Phenolic Board dan Kenapa Sering Salah Digunakan
Phenolic board adalah papan berbasis plywood yang permukaannya dilapisi resin phenolic. Lapisan inilah yang membuat papan lebih tahan air, lebih licin, dan lebih awet dibandingkan triplek biasa. Karena karakteristik ini, phenolic board sering digunakan sebagai bekisting kolom, balok, plat lantai, dan elemen beton yang membutuhkan hasil rapi.
Masalahnya, banyak pengguna mengira phenolic board adalah material “anti rusak” dan bisa diperlakukan sembarangan. Ada anggapan bahwa karena harganya lebih mahal, maka papan ini tidak butuh perlakuan khusus. Padahal, phenolic board tetaplah material berbasis kayu yang memiliki batasan teknis.
Ketika ekspektasi terlalu tinggi dan cara penggunaan tidak tepat, phenolic board justru terlihat seperti material mahal yang tidak memberi manfaat signifikan. Inilah yang membuat banyak orang salah menilai kualitasnya.
Kesalahan 1: Menganggap Phenolic Board Tidak Butuh Perlakuan Khusus
Kesalahan paling umum adalah memperlakukan phenolic board sama seperti papan bekisting biasa, bahkan kadang lebih kasar. Banyak yang langsung memotong, memasang, dan mengecor tanpa perlakuan tambahan apa pun.
Padahal meskipun permukaannya tahan air, phenolic board tetap memiliki inti kayu di dalamnya. Jika bagian tertentu terbuka dan terpapar air semen secara terus-menerus, kerusakan akan tetap terjadi. Tanpa perlakuan dasar yang benar, umur pakai phenolic board bisa turun drastis.
Perlakuan sederhana seperti menjaga kebersihan papan, tidak menyeretnya di tanah, dan memastikan tidak ada bagian terbuka yang dibiarkan begitu saja sangat berpengaruh terhadap daya tahan papan.
Kesalahan 2: Memotong Phenolic Board Tanpa Melindungi Tepi
Bagian tepi adalah titik paling rentan pada phenolic board. Saat papan dipotong, lapisan phenolic di permukaan akan terputus dan memperlihatkan lapisan dalam plywood. Jika bagian ini dibiarkan terbuka, air semen akan mudah meresap.
Di lapangan, banyak phenolic board yang terlihat masih mulus di permukaan, tetapi bagian dalamnya sudah mengembang dan rapuh. Penyebabnya hampir selalu sama: tepi potongan tidak dilindungi.
Kesalahan ini sering dianggap sepele, terutama pada proyek kecil. Padahal satu kali potongan tanpa perlindungan bisa mengurangi usia pakai papan secara signifikan, bahkan membuat papan tidak layak digunakan ulang.
Kesalahan 3: Rangka Bekisting Tidak Rata dan Tidak Kokoh
Banyak orang menyalahkan phenolic board ketika hasil beton terlihat bergelombang atau tidak lurus. Padahal dalam banyak kasus, penyebab utamanya adalah rangka bekisting yang tidak presisi.
Phenolic board memang lebih kaku dibandingkan triplek biasa, tetapi tetap membutuhkan rangka penyangga yang rapat, lurus, dan kuat. Jika rangka jaraknya terlalu renggang atau tidak rata, papan akan mengikuti bentuk rangka tersebut.
Akibatnya, permukaan beton menjadi tidak rata meskipun menggunakan papan berkualitas tinggi. Kesalahan ini sering terjadi karena ingin menghemat kayu rangka atau mempercepat pekerjaan.
Kesalahan 4: Tidak Menggunakan Minyak Bekisting
Ada anggapan bahwa permukaan phenolic board sudah cukup licin sehingga tidak perlu minyak bekisting. Ini adalah kesalahan yang cukup sering terjadi, terutama pada proyek rumah.
Tanpa minyak bekisting, beton bisa menempel lebih kuat pada permukaan papan. Saat pembongkaran, lapisan phenolic bisa terkelupas atau tergores, sehingga papan tidak bisa digunakan ulang dengan baik.
Penggunaan minyak bekisting secukupnya justru membantu menjaga permukaan papan tetap utuh dan mempermudah pembongkaran. Yang perlu diperhatikan adalah dosisnya, bukan menghindarinya sama sekali.
Kesalahan 5: Pemakaian Sekrup Atau Paku Sembarangan
Kesalahan berikutnya adalah penggunaan paku atau sekrup yang tidak sesuai. Sekrup terlalu besar, terlalu panjang, atau dipasang terlalu rapat bisa merusak struktur papan.
Lubang yang terlalu banyak dan tidak rapi akan menjadi jalur masuk air semen. Dalam jangka pendek, mungkin tidak terlihat masalah. Namun setelah satu atau dua kali pemakaian, papan mulai melemah dan retak dari dalam.
Kesalahan ini sering terjadi karena tukang menggunakan stok sekrup yang tersedia tanpa mempertimbangkan karakter material phenolic board.
Kesalahan 6: Membongkar Bekisting Terlalu Cepat Atau Terlalu Kasar
Kejar waktu sering menjadi alasan pembongkaran dilakukan terlalu cepat. Beton belum mencapai kekuatan yang cukup, tetapi bekisting sudah dilepas. Akibatnya, papan tertarik oleh beton yang masih “lengket” dan permukaannya rusak.
Selain waktu, cara bongkar juga sering menjadi masalah. Membongkar dengan cara dipukul, dicongkel keras, atau dijatuhkan ke tanah membuat lapisan phenolic terkelupas.
Padahal salah satu keunggulan phenolic board adalah bisa dipakai ulang. Cara bongkar yang kasar langsung menghilangkan keunggulan tersebut.
Kesalahan 7: Penyimpanan Phenolic Board Yang Salah
Setelah digunakan, phenolic board sering dibiarkan begitu saja di lokasi proyek. Ada yang ditumpuk tidak rata, ada yang diletakkan langsung di tanah, bahkan ada yang dibiarkan terkena hujan dan panas matahari.
Penyimpanan seperti ini mempercepat penurunan kualitas papan. Bagian bawah papan bisa menyerap kelembapan dari tanah, sementara bagian atas terkena panas berlebihan.
Phenolic board seharusnya disimpan di tempat kering, rata, dan terlindung dari cuaca. Kesalahan penyimpanan sering membuat papan rusak sebelum sempat digunakan kembali.
Kesalahan 8: Menggunakan Phenolic Board Untuk Pekerjaan Yang Tidak Perlu
Tidak semua pekerjaan beton membutuhkan phenolic board. Namun karena dianggap “lebih bagus”, papan ini kadang digunakan untuk semua jenis pekerjaan, termasuk struktur yang akan tertutup dan tidak terlihat.
Pada pekerjaan seperti pondasi tertanam atau struktur sekali pakai, penggunaan phenolic board sering tidak efisien. Biaya lebih tinggi, tetapi manfaatnya tidak terasa.
Kesalahan ini membuat banyak orang merasa phenolic board tidak sebanding dengan harganya, padahal masalahnya ada pada pemilihan fungsi, bukan pada materialnya.
Dampak Kesalahan Penggunaan Phenolic Board
Kesalahan-kesalahan di atas tidak hanya berdampak pada papan, tetapi juga pada keseluruhan proyek. Phenolic board yang seharusnya bisa dipakai berkali-kali justru rusak dalam satu atau dua kali pemakaian.
Hasil beton yang seharusnya rapi menjadi biasa saja atau bahkan bermasalah. Waktu dan biaya proyek membengkak karena perlu perbaikan atau pembelian material tambahan.
Dalam jangka panjang, kesalahan ini membuat material premium kehilangan nilai manfaatnya.
Cara Menggunakan Phenolic Board Dengan Benar Di Proyek Rumah
Agar phenolic board benar-benar memberikan hasil optimal, beberapa prinsip dasar perlu diperhatikan. Perencanaan ukuran sejak awal membantu meminimalkan potongan dan kerusakan tepi.
Setiap potongan sebaiknya langsung dilindungi agar air tidak masuk ke lapisan dalam. Rangka bekisting harus dibuat presisi dan cukup rapat untuk menopang papan dengan baik.
Minyak bekisting digunakan secukupnya untuk menjaga permukaan papan. Pembongkaran dilakukan setelah beton cukup umur dan dengan cara yang hati-hati. Setelah itu, papan dibersihkan dan disimpan dengan benar untuk pemakaian berikutnya.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, phenolic board bisa digunakan berkali-kali dan benar-benar terasa manfaatnya.
Phenolic board adalah material bekisting berkualitas tinggi, tetapi bukan material yang kebal kesalahan. Sebagian besar masalah di lapangan terjadi bukan karena kualitas papan, melainkan karena cara penggunaan yang kurang tepat.
Kesalahan seperti tidak melindungi tepi potongan, rangka yang tidak presisi, pembongkaran kasar, dan penyimpanan yang buruk membuat phenolic board cepat rusak dan kehilangan nilai ekonomisnya.
Dengan memahami kesalahan-kesalahan umum ini, pemilik rumah dan pelaksana proyek bisa menggunakan phenolic board secara lebih bijak. Hasil beton menjadi lebih rapi, umur pakai papan lebih panjang, dan biaya proyek bisa dikendalikan dengan lebih baik.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!